PENGARUH PEMAKAIAN KONTRASEPSI SUNTIK TERHADAP PRODUKSI ASI EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUI DI PUSTU KELURAHAN HARAPAN TANI KECAMATAN KEMPAS KABUPATEN INDRAGIRI HILIR TAHUN 2020

  • haryati astuti anggota
Keywords: Keywords: Increased Breastfeeding Production, 3 Month Injections, 1 Month Injections

Abstract

PENGARUH PEMAKAIAN KONTRASEPSI SUNTIK TERHADAP PRODUKSI ASI EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUI DI PUSTU KELURAHAN HARAPAN TANI

 

 

 

ABSTRAK

Keluarga Berencana (family planning, planned parathood) suatu usaha untuk menjarangkan atau merencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan memakai kontrasepsi, Bagi Ibu yang dalam masa menyusui, tidak dianjurkan menggunakan kontrasepsi suntik yang memiliki kandungan estrogen atau estradiol sipionat karena dapat menurunkan jumlah produksi ASI, sehingga menghambat kelancaran pengeluaran ASI selama masa laktasi sehingga dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemakaian kontrasepsi suntik terhadap  produksi ASI Ekslusif pada ibu menyusui di pustu Kelurahan Harapan Tani Kecamatan Kempas Kabupaten Indragri Hilir. Jumlah pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali jelas merupakan beban Negara. Usaha pemerintah untuk menurunkan laju pertumbuhan penduduk dilaksanakan melalui program Keluarga Berencana (KB), Program KB di  Indonesia sudah dilaksanakan lebih dari tiga dasa warsa dan telah banyak hasil yang dicapai. Sebagai salah satu bukti keberhasilan tersebut adalah semakin tingginya angka pemakaian kontrasepsi oleh Pasangan Usia Subur (PUS). Berdasarkan Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2002-2003, pemakaian metode kontrasepsi suntik 49,1%, Pil 23,2%, IUD 11,0%, Implant/Susuk 7,6%, Kondom 1,6%, MOW 6,5%, MOP 0,7% dan 0,2% untuk metode kontrasepsi lain. Dari data tersebut dapat ditunjukkan bahwa metode kontrasepsi suntik merupakan metode kontrasepsi yang paling banyak diminati. Penelitian dengan jenis desain Quasy Eksperimen dengan responden sebanyak 16 orang dengan pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling dengan uji statsitik Chi Square (x2) dengan derajat kepercayaan 95% dan didapatkan hasil bahwa dari 8 responden  hasil pretest suntik 3 bulan dari ASI ≥ 750-1050 ml (40,8 %) menjadi (50%), dari > 600-750 ml (30,7%) menjadi (50%) dan <600 ml dari (10,5%) dan setelah di berikan suntik Kb 3 bulan tidak ditemukan lagi ibu dengan jumlah ASI yang kurang, dari 8 responden  hasil pretest suntik 3 bulan dari ASI  ≥ 750-1050 ml (20,9 %) menjadi (30,7%), dari > 600-750 ml (40,5%) menjadi (30, 7%) dan <600 ml dari (20,6%) menetap. rata-rata produksi ASI pemakaian kontrasepsi sebelum suntik 1 bulan 787, 50 dan 3 bulan 718,75  dengan p 0,011 Sedangkan rata-rata produksi ASI pada ibu pemakain konstrasepsi sebelum suntk 1 bulan 663.75 dan  setelah  suntik 3 bulan 693.75 dengan p 0.011. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan masukan bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan khusunya penyuluhan ibu dengan KB yang menyusui.

Kata kunci : Peningkatan Produksi ASI, Suntik 3 bulan, Suntik 1 Bulan

 

THE INFLUENCE OF CONTRACEPTIVE USE ON EXCLUSIVE ASI PRODUCTION AT BREASTFEEDING MOTHER IN PUSTU KM 8  KEMPAS SUB-DISTRICT INDRAGIRI HILIR REGENCY

 

Abstract

Family Planning (family planning, planned parathood) an attempt to spell out or plan the number and distance of pregnancy using contraception. For mothers who are breastfeeding, it is not recommended to use injection contraception that contains estrogen or estradiol cypionate because it can reduce the amount of milk production, so inhibits the smooth flow of breast milk during the lactation period so that this study was conducted with the aim to determine the effect of the use of injection contraception on exclusive breastfeeding production in breastfeeding mothers in pustu Harapan Tani Village, Kempas District, Indragri Hilir District. The amount of uncontrolled population growth is clearly a burden on the State. Government efforts to reduce the rate of population growth have been carried out through the Family Planning (KB) program. KB programs in Indonesia have been implemented for more than three decades and many results have been achieved. As evidence of this success is the increasingly high rate of contraceptive use by PUS. Based on the Indonesia Health Demographic Survey (SDKI) 2002-2003, the use of injectable contraceptive methods 49.1%, Pills 23.2%, IUD 11.0%, Implants / Implants 7.6%, Condoms 1.6%, MOW 6, 5%, MOP 0.7% and 0.2% for other contraceptive methods. From these data it can be shown that the method of injection contraception is the most popular method of contraception. Research with Quasy design Experiments with respondents as many as 16 people by sampling with accidental sampling technique with Chi Square (x2) statistical test with 95% confidence level and the results obtained that from 8 respondents the results of 3 months injection pretest from breast milk ≥ 750-1050 ml (40.8%) to (50%), from> 600-750 ml (30.7%) to (50%) and <600 ml from (10.5%) and after 3 months of injection of TB were not found again, mothers with less milk, from 8 respondents injecting pretest 3 months from breast milk -10 750-1050 ml (20.9%) to (30.7%), from> 600-750 ml (40.5%) to (30, 7%) and <600 ml of (20.6%) settled. the average milk production for contraceptive use before injection 1 month 787, 50 and 3 months 718.75 with p 0.011. While the average production of breast milk in mothers using contraception before injection 1 month 663.75 and after injection 3 months 693.75 with p 0.011. This research is expected to be used as input for health workers in improving health services, especially counseling mothers with family planning breastfeeding.

.

 

Keywords: Increased Breastfeeding Production, 3 Month Injections, 1 Month Injections

 

 

 

Published
2020-07-30