Hubungan Status Gizi Dan Kebiasaan Mengkonsumsi Sayuran Dengan Konsentrasi Timbal Dalam Darah Pada Siswa Sekolah Dasar, Kabupaten Brebes

  • Andi Daramusseng Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
Keywords: Siswa, Status Gizi, Sayuran, Timbal

Abstract

Timbal merupakan logam berat yang bersifat persisten, toksik dan dapat terakumulasi dalam rantai makanan. Absorpsi timbal di dalam tubuh sangat lambat, sehingga terjadi akumulasi dan dapat menyebabkan efek negatif terhadap kesehatan manusia terutama pada anak-anak, seperti gangguan perkembangan otak, memperlambat pertumbuhan, merusak ginjal bahkan kematian. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan  status gizi  dan kebiasaan mengkonsumsi sayuran  dengan konsentrasi  timbal dalam darah pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian observasional menggunakan desain  cross sectional dengan 52 sampel diambil secara purposive sampling. Data diperoleh dari wawancara, observasi, pemeriksaan konsentrasi  timbal dalam darah dan sayuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua siswa sudah terpajan timbal melebihi standar yang ditetapkan CDC (5 μg/dl). Tidak ada hubungan antara status gizi IMT  dengan konsentrasi  timbal dalam darah pada siswa sekolah dasar dengan nilai  r=0,056. Terdapat perbedaan rerata yang signifikan antara kebiasaan mengkonsumsi sayuran dengan konsentrasi  timbal dalam darah pada siswa sekolah dasar dengan nilai p = 0,028. Konsentrasi  timbal  yang tinggi pada anak  dapat menimbulkan dampak kesehatan dan bahkan menimbulkan kematian. untuk itu, perlu  adanya kerjasama lintas sektoral antara Dinas Kesehatan dengan Dinas Pendidikan dalam memberikan penyuluhan tentang bahaya timbal bagi manusia dan lingkungan kepada siswa sekolah dasar, guru dan orang tua siswa.

Published
2019-03-01